Tentang Mumbai Noir

dushman duniya ka

nawazuddin

Oleh Mahfud Ikhwan

I

Belum lama, seorang teman di FB bertanya kepada saya film India jenis (genre) apa yang paling saya sukai. Saya tentu saja hanya bisa nyengir mendengar pertanyaan itu. Itu bukan saja pertanyaan yang sulit dijawab secara langsung (apalagi dengan yakin lagi mantap), tapi juga terdengar aneh.

Sulit karena menonton film India bagi saya tak semata aktivitas menonton, tetapi lebih kompleks dari itu–bahkan, kadang lebih kompleks dari yang bisa saya sadari. Ia campur-aduk dari aktivitas mencari hiburan, mengenang masa kecil, mengaji (karena–seperti seorang santri–saya biasanya bertekad mencermatinya, meyakininya, dan kemudian berkehendak menyebarkannya), dan–kadang-kadang–melawan dunia. Aneh karena, di luar sana, orang-orang biasanya cuma menyebut “Film India” semata, tanpa memperdulikan hal lain yang sedikit lebih dalam dari frasa itu, kecuali beberapa hal yang bersifat stereotipikal. Makanya, ketika ada orang bertanya pada saya soal genre menyangkut film India, saya ndomblong juga.

View original post 1,472 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s