[SPIN OFF/ SONG FIC] Even Now

Perlahan, kedua inderanya terbuka menyambut sapaan hari baru. Ia masih hidup ternyata, terima kasih. Kapas putih empuk terefleksi lewat kaca besar, terpampang di hadapannya. Cantik sekali, walau tampak samar. Terdiam sejenak, lalu menghirup zat kehidupan yg terapung di udara seraya menyeret dirinya dari hamparan kain dan kapuk. Membawa raganya melawati undakan bertumpuk menuju dunia luar. Setapak, dua tapak- kini ia menjejak sempurna di tempat tujuan. Bertemunya sentuhan klasik dan masa kini. Tempat dimana berbagai macam aroma melebur, menggelitik panca indera. Juga wangi khas. Wangi biji bijian beraroma tajam mengepul dari wadah keramik.

“Hai”

Orang itu berada di sana. Tanpa siapa-siapa. Terus bergerak lalu diam karena mendengar sapa. Disusul respon penuh tanda tanya. Bisa ditebak kenapa, ia masih mampu bersuara.

“Hai juga. Aku-“

“Sudah menyiapakan apa?”

“Belum. Aku sudah membeli minuman kesukaanmu kemarin. Pesan langsung dari pemilik ternak. Masih segar.  Mau sekalian kuambilkan keripik gula jagung?”

“Tak perlu. Itu bukan usul yg baik.  Kurasa. Buatkan aku nasi goreng pedas dengan kimchi saja”

Manik ekspresi sosok yg diajaknya berkomunikasi berubah. Beserta raut yg juga berganti.

“Benar kamu ingin itu?”

“Tambahkan mashed potatoes, please”

“Beritahu aku. Aku hafal kesukaanmu”

“Aku ingin dan mau. Itu saja”

Ia bergegas pergi ke ruang sebelah dan membiarkan panca indera nya tenggelam di tengah hingar bingar kotak elektronik bersuara keras. Menghindar dari cecaran tanda tanya.

***

Nasi yg digoreng dengan kimchi, orang lain, dan kentang tumbuk. Ada yang salah, tp ia memang tengah lapar, lapar dan lapar. Dan akan menghabiskan semuanya hingga habis, licin, tandas tak bersisa.

“Kamu mau aku buatkan sesuatu lagi? Roti apit mungkin?”

“Aku sudah kenyang. Kurasa. Untuk apa?”

“Marc…”

“Aku pamit”

Ruang besar, transparan. Tembus pandang. Luas. Lapang. Tanpa jarak. Tanpa batas. Berubah-rubah.

Kedua matanya terbuka lebar. Ia langsung melayangkan tatapan ke arah kiri. Kapas putih dan kaca besar… Tunggu…ini seperti… awan lembut yg terlihat dr jendela, walau sedikit berbayang. Selamat pagi. Segera ia bangun seraya membawa tubuhnya melewati tangga menuju tempat sarapan. Ia lapar, lapar dan lapar. Meja kayu, kulkas besar, panci tembaga dan mesin pembuat kopi. Padu padan pembeda jaman dalam dapur keluarga yg punya fungsi sama.

“Hi”

Sosok itu berdiri di sana. Sendiri. Di depan meja panjang berbahan kayu jati. Terlihat masih sibuk mempersiapkan sayuran. Meski perlahan dan terlihat bingung, sosok yg ada di hadapannya  itu pun akhirnya mendongakkan kepala.

“Hi”

Ia lalu mengambil tempat di depan orang tadi. Berhadapan. Bersemangat. Membuka obrolan.

“Are you cooking something?”

“Bokkumbap, mashed potatoes”

“Smells nice”

“I know”

“Care for some milk?”

“Anything but milk”

“I have plenty of them. A lot”

“Yes of course, I know. But you can have it all by yourself. Drink too much milk will make you sick. Sorry, Marcus. Me”

Meja kayu bergeser sedikit. Sosok tadi berpindah ke bagian belakang dapur. Mematikan kompor. Beberapa menit setelahnya, aroma maskan masuk memenuhi udara, menggugah selera.  Itu tak berlangsung lama, karena dikalahkan oleh suara pembungkus dan disusul dengan dentuman pintu. Keras. Menghilang bersama wangi rempah dan bunga yang sempat memenuhi dapur. Langkah kaki. Menjauh.

Tik…tik..tik… pelan sekali. Tiktiktiktitiktiktik……..semakin keras, Tok. Berhenti.

Mengambil nafas. Putih. Awan. Kapas. Tidak, ini tidak cukup cerah. Ini langit2 kamar. Matanya berat. Mengerjap-ngerjap. Marc bangun dan melirik keluar jendela, yg ternyata dipenuhi awan gelap berwarna abu-abu. Dan Marc bisa merasakan perutnya perih. Bergolak seperti belum diisi.

Ia pun bangkit, melopati tangga, bergegas menuju dapur. Melihat sekeliling, berharap. Mencari sisa bokkumbap dan mashed potatoes yg semoga tak terbungkus. Ia lapar, lapar, dan lapar. Berselimut sisa uap, wangi bunga dan rempah di udara. Ingin kembali memeluk asa, walau hampa.

-END-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s