One Shot: “La Nostra Storia D’Amore ”

Lihatlah kedua orang itu. Sepasang kekasih yang bersama. Tengah bertatap, tanpa kata. Binar kasih saying berganti dengan keengganan untuk merelakan. Jauh dari mudah, tapi sekarang memaang saatnya berpisah. Sebuah senyuman dilukis untuk meredakan keresahan nurani. Batin menentang, masa menyempit. Sebentuk cincin pun dilepas untuk mengikat rasa yang sudah terpelihara. Peluk cium menjadi awal pesan perpisahan. Tak boleh ada isak tangis yang dibiarkan tinggal hanya rindu. Secercah pengertian muncul, disambut dengan ekspresi cinta. Kelegaan membuat seuntai janji terucap amat sempurna. Lambaian tangan melayang, mengantar kepergian. Memperlebar jarak, mengiyakan kenyataan dan menguatkan hati….

“Hey anak kecil, mau kemana?”

“Aku mau lewat, ini kan jalan umum. Permisi~”

“Coba saja kalau bisa. Aku menantangmu.”

Seolah-olah mendapat kekuatan superhero, Iseul menginjak kaki laki-laki yang ada di hadapannya sekuat tenaga. Playboy dan pembuat onar setipe dia, akan senang jika didiamkan. Langkah Iseul pun berlanjut ke kelasnya. Tentu saja dengan tatapan kesal si korban.

Seminggu kemudian, Iseul berjalan lunglai dari ruang guru. Yoon Ah sajangnim memarahinya. Karya tulis yang dikarang Iseul dengan susah payah menjadi tulisan tak layak baca. Iseul tahu persis siapa yang ada dibalik semua ini, tapi minus bukti alasan akan berbalik percuma. Konfrontasi tidak akan mengembalikan segala yang Iseul punya. Untuk pertama kali, Iseul merasa benar-benar lemah.

Diam-diam ada yang memperhatikan Iseul dari jauh. Ia sadar kali ini tindakannya sudah melewati batas. Karena ia mendengar semuanya. Beasiswa Iseul kemungkinan akan dicabut. Iseul juga bisa diskors selama seminggu. Lebih parah lagi, ia membuat gadis itu menitikkan air mata. Sesuatu yang ia tahu jarang sekali dilakukan pribadi tegar seperti dirinya. Kasihan Iseul, ia bahkan tidak membuat kesalahan apapun. Sebelum hal buruk lain terjadi, ia segera berlari kembali masuk ke dalam sekolah.

Esok pagi, Iseul berhasil masuk kelas tanpa dihalang-halangi. Aneh~ pikir Iseul. Kejadian tak biasa ini tak putus sampai di situ. Si playboy absen dalam daftar hadir, Yoon Ah sajangnim bilang kalau Iseul punya tambahan waktu dua minggu untuk meneruskan karya tulis disamping beasiswa ny pun aman. Saat pulang, Iseul malah menemukan kejutan terbesar. Lakki-laki menyebalkan yang sejak tadi menghilang, keluar dengan tampang kusut. Di tangannya terdapat kertas penuh coretan.

Dari balik kacamata, Iseul samar-samar melihat paragraf-paragraf setengah selesai juga tanda tangan Yoon Ah sajangnim dibawahnya. Iseul menahan napas. Jadi….

Ia melihat Iseul yang tengah berdiri di depannya. Sekaranglah waktu yang paling tepat. Sedikit menunduk, diacaknya rambut Iseul,sambil berkata…

“Mianhe..”

Haa? Pukul berapa sekarang? Kulirik jam dinding di sudut ruangan. Jam 4. Ah, aku pasti memimpikan Oppa lagi, karena tertidur sambil memeluk seragam SMA kami. Memalukan memang. Hee. Ada banyak hal berubah. Hanya nama depan kami yang bertahan. Sedang status dan nama belakang berganti. Dari anak bandel dan anak pintar, menjadi Tuan dan Nyonya Jo. Ahahaha, cinta memang penuh rahasia. Mukaku panas, pasti memerah.4 tahun menikah aku masih saja bersikap seperti anak remaja yang baru menjajaki indahnya berpacaran. Hihihi~

Saking terbawanya aku kaki kaki ini melangkah seenaknya saja. Hingga pengelihatanku menangkap sesuatu. Piring tertata di meja makan berbarengan dengan aneka buah terpotong rapi. Terbalut kaus putih, aku amat mengenal postur tubuh dengan tinggi semampai yang sedang berdiri menghadap wastafel. Tidak salah lagi, itu Oppa! Oppa sudah pulang! Haa! Dan aku tidak tahu! Uugh! Kutunggu sampai ia sadar akan keberadaanku di dekatnya. Semenit berselang, ia menengok lalu mencubit hidungku. Senyum polosnya menari-nari di depan mataku.

“Aigoo~ Putri Tidurku nyenyak sekali istirahatnya.Sampai-sampai tidak mendengar Pangerannya masuk ke rumah”

“Jadii- seperti ini sikap seorang suami yang baru pulang melayani negara pada istrinya?”

“Apa kamu lupa bagaimana aku mengejatkanmu didepan ruang guru belasan tahun lalu?”

Tak kujawab lagi pertanyaannya. Kupeluk suamiku dengan erat. Diberinya aku sebuah ciuman lembut dan membiarkan tanganku mengelus pipinya. Betapa aku merindukan pria paling tampan dalam hidupku ini. Ia menciumku di bibir,menjadi kunci untuk membuka segala hal terpendam. Membawaku duduk di pangkuannya. Kusentuh bahunya pelan seraya menyenderkan kepalaku disana.

“Kemarikan tanganmu, sayang” kataku. Ia menurut, melebarkan jari-jarinya. Kupakaikan lagi benda yang sempat ia titipkan untukku. Cincin penyatu jiwa kami.Aku memandangnya, ia menatapku. Sekali lagi, senyum polos yang selalu membuatku kehabisan kata ia hadirkan kembali ke depan mataku.Dengan hati berdegup ,aku pun membalas senyumnya. Sepotong kalimat melunucur bersamaan.

“Deja-vu…”

Terucap begitu saja, terlontar tanpa rencana. Kami tertawa. Betapa tidak, kejadiannya sama seperti ketika ia melamarku. Di atas hamparan pasir putih, saat mathari terbit dengan suasana yang lebih romantis~

“Jika diibaratkan menjadi sebuah buku, hidupku terdiri dari berbagai bab serta beragam halaman. Membentuk satu alur tersambung, dengan bermacam rekam peristiwa. Sungguh sayang, sewaktu aku membalik beberapa di antaranya masih ada bagian acak. Aku tidak akan bilang itu apa tapi tolong izinkan aku meminta….

Maukah kamu membantuku merangkainya…dalam sebuah cerita, dan menjadikannya kisah kita?”

~END~

Spesial untuk Oppa yang mau pulang wamil seminggu lagi~ I love you, handsome. You’re one hell of an actor! Mmuach ^^.

Inspired from:

Park Bom’s “Don’t Cry” MV and BTS/Interview/Award Ceremony of/ or regarding “A Dirty Carnival” (2006)

Aku gak tau deh ini bagus apa enggak. kemaren ud di publish tapi kuedit lagi karena kepanjangan~ Huhuhu.

As usual, yang baca aja makasih. Buat yang pake comment atau nge-like, terima kasih banyak! 😀 😀

.Dee.

Advertisements

One thought on “One Shot: “La Nostra Storia D’Amore ”

  1. Chingu 🙂 ceritanya bagus, pembawaannya enak meskipun (kalau menurut aku) lebih bagus kalau cerita ini dipnjangin lagi 🙂 oke, chingu.. Chingu diterima jadi author di blog kita 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s